Laman

Kamis, 22 Februari 2018

Malam Pembukaan MTQ di Batuaji



Kemarin malam, tepatnya hari Rabu tanggal 21  Februari 2018, bertempat di Lapangan Masjid Nurul Iman Perumahan Griya Prima Kelurahan Buliang Kecamatan Batuaji Kota Batam, ba’da Isya merupakan Malam Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kecamatan Batuaji. Sebagai Camat Batuaji, Bapak Ridwan Afandi, S.STP.,M.Eng patut berbahagia, dikarenakan acara tersebut dibuka langsung oleh Walikota Batam, didampingi seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Batam. 

Sembari mengucapkan terima kasih kepada Paduan Suara Mars MTQ, Pak Camat berujar “Suatu kehormatan dan kebanggaan untuk kita Kecamatan Batuaji, Bapak dan Ibu Wali serta para Kepala OPD hadir lengkap membuka acara MTQ kita, sedangkan di kecamatan lain belum tentu seperti tadi”. Alhamdulillah, luar biasa ramai antusias masyarakat selama proses pembukaan berlangsun.


Sebenarnya keramaian tersebut dimulai sejak sore hari, dilokasi yang sama dilakukan acara Pembukaan Bazar TP. PKK Kecamatan Batuaji Tahun 2018. Terdapat lima stand bazar PKK yang meliputi empat stand kelurahan dan satu stand kecamatan, ditambah empat stand dari organisasi lainnya.
 

Kamis, 15 Februari 2018

Wahana Permainan Anak di Taman Bermadah

Arena Bermain
di Taman Bermadah
 Anak-anak di Tarempa patut bersuka cita, dengan adanya arena bermain di Taman Bermadah, yang berlokasi di Halaman Utama Kantor Bupati Kepulauan Anambas. Hal yang selama ini jarang didapatkan anak-anak disini kecuali pada saat mereka sekolah di Pendidikan Anak Usia Dini ataupun Taman Kanak-kanak.
Dulu permainan yang ada hanyalah semacam kereta keliling, yang dibuka setiap sore hari didepan Hotel Tarempak Beach, itupun para orang tua mesti merogoh kocek sebesar sepuluh ribu rupiah untuk satu putaran. Tentu saja satu putaran tidak cukup buat sekali bermain, tak heran jika ada saja alasan yang digunakan ayah bunda mereka untuk tidak berlama lama disana, buat membujuk anaknya pulang setelah selesai bermain.

Wahana permainan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengingat Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang telah  dicanangkan menjadi kabupaten layak anak. Pemberian kabupaten layak anak ke kabupaten Anambas ini bertujuan untuk menekan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Kepri Khususnya Anambas. Kabupaten Kepulauan Anambas dipilih menjadi salah satu kandidat dikarenakan pada tahun 2017 Anambas memiliki angka yang cukup tinggi terhadap kasus kekerasan terhadap anak.


Taman bermadah merupakan tempat yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk masyarakat di Tarempa. Awalnya setiap sore Taman bermadah ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas internet gratis, biasanya mulai dari jam 4 sore sampai dengan jam 10 malam. Kini tidak hanya pelajar ataupun masyarakat umum, anak-anak pun berlomba-lomba mengunjungi Taman bermadah untuk menikmati aneka ragam permainan yang ada.
Berbagai permainan tersebut antara lain ayunan, jungkat-jungkit, seluncuran, kuda-kudaan plastik, dan beberapa jenis mainan lainnya. Jika masyarakat umum bersabar menunggu pukul 16.00 wib untuk berwifi ria, tidak demikian halny dengan anak-anak, kadang ada saja beberapa anak sejak pukul 14.00 sudah bermain di Taman bermadah.
Sesekali tampak Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris juga menyempatkan diri untuk melihat aktivitas anak-anak. Beliau tampak cukup puas dan  merasa senang melihat kegembiraan serta tawa riang mereka. Terbersit harapan agar masyarakat dapat menggunakan dan menjaga fasilitas dengan sebaik baiknya, menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan bagi orang tua agar mendampingi anak anaknya ketika bermain untuk mencegah terjadinya hal-hal yg tidak diinginkan.
Buat masyarakat di Tarempa, mari kita jaga Taman bermadah kita....

Kamis, 08 Februari 2018

Senja di Arjo....


Saat menjejak langkah di Tarempa, lupakan sejenak tentang menghabiskan akhir pekan dengan cuci mata dari Mall ke Mall, menghabiskan waktu bermain di Taman Hiburan yang ada di Pusat Kota, ataupun berburu kuliner ala kota (mulai dari beraneka jenis bolu cake yang dipromoin artis ibukota, ataupun makanan siap saji kebarat-baratan lainnya). Menghabiskan sore ataupun mengisi waktu liburan disini, kami isi dengan mengelilingi kota Tarempa dari ujung ke ujung atau memilih menghabiskan waktu di Pantai, menikmati keindahan alam.
Pantai Arung Hijau (kadang ada yang suka bilang “Arjo”) , merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi masyarakat disini, khususnya di waktu sore untuk menikmati pesona matahari yang pulang ke peraduan sembari menyeruput air kelapa muda. Pantai Arung Hijau terletak di Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Kepulauan Anambas. Jika ingin ke Arjo dari Tarempa membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit. Sepanjang perjalanan kita akan menikmati udara segar sembari melihat Pohon Durian dan Pohon Kelapa. Tak jauh dari Pantai Arung Hijau ada Pantai Selantak (next time kita bahas ya fren...), objek wisata yang baru dikembangkan.
Jalan menuju Pantai Arung Hijau lumayan cakep, cuma tetep aja yang namanya ciri khas jalan di Anambas pasti ada tanjakan dan turunannya. Weekend kemarin kami putuskan untuk menikmati sore di Pantai Arung Hijau, sempat mampir ke Pantai Selantak juga sih...Cuma ga lama, selaen karena di Pantai Selantak sepi banget (ntar dikirain mau mojok pula, hehe... ), waktu itu tujuan utama ke Arung Hijau untuk menikmati suasana Pantai sambil menikmati Air Kelapa Muda (fokus sasaran nih ceritanya).  
Biasanya klo ke Arjo, kami lewat jalan paling ujung, karena disana banyak pilihan tempat makan, tapi karena waktu udah sore, jadi kami langsung ke kedai yang  didekat dermaga   

Kamis, 01 Februari 2018

Pesona Air Terjun Temburun


with my sista (Temburun April 2014) 
Air terjun Temburun termasuk salah satu pesona alam yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Anambas, terletak di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur. Meskipun termasuk sebagai kawasan Kecamatan Siantan Timur, tetapi posisi Air Terjun Temburun masih terletak di Pulau Siantan, di bagian timur kota Tarempa.


Air Terjun Temburun merupakan Air Terjun termegah di Kepulauan Anambas. Air Terjun ini berasal dari Sungai Baruk, yang berada diketinggian 250m dari permukaan laut dan bermuara pada Selat Peniting yang posisinya menghadap langsung ke laut (bermuara ke laut). Air Terjun Temburun memiliki ciri khas tersendiri, mempunyai bentuk yang unik bertingkat tujuh undakan yang kabarnya debit airnya belum pernah kering meski di musim kemarau (Sumber informasi yang diperoleh dari Postingan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Kepulauan Anambas).

Untuk sampai kesana, bisa ditempuh lewat perjalanan darat dengan mengendarai sepeda motor, atau menjelajah lewat laut dengan menyewa speedboat ataupun pompong nelayan.

Jika memilih lewat darat, dari Tarempa, lebih kurang menempuh waktu 45-60 menit untuk sampai kesana, apalagi kondisi jalan kesana sudah lebih bagus, dibandingkan saat kami menjelajah pertama kali di pertengahan tahun 2014, waw...cukup amazing buat kami yang terbiasa dengan jalan perkotaan. Tanjakan dan tikungan yang cukup tajam dikombinasikan  turunan yang curam memacu adrenalin kita, ditambah lagi beberapa titik lokasi jalan yang rusak menjadi bumbu perjalanan kesana.  Perjalanan darat ini akan melintasi beberapa kawasan seperti Kampung Baru, Bukit Tengkorak, Kampung Tengah, dan Desa Rintis.


speedboat kecil dgn muatan sekitar 7org
(dokumentasi foto febr 2014)

Pose dulu sebelom menaiki anak tangga
yg ga diitungin jumlahnya :)
(dokumentasi Febr 2014)
Sedikit bercerita, pertama kali saya pergi kesana Februari 2014, setelah menjalani rangkaian tes CPNS, saya bersama beberapa teman dari Batam dan Tj. Balai Karimun. Waktu itu kami sama-sama berfikir, andaikan kami tidak lolos tahapan akhir, setidaknya kami sudah mengunjungi salah satu tempat wisata di Kepulauan Anambas. Karena waktu itu kami tidak mempunyai kendaraan bermotor ditambah lagi jalan menuju kesana tidak semulus sekarang, kami sepakat menempuh perjalanan laut. Kami menyewa speedboat, lumayan 700ribu buat seharian. Kami menempuh perjalanan sekitar 30-40menit, tiba di dermaga, kami berjalan kaki sekitar 15menit ketemu deh ama plang "objek wisata Air Terjun Temburun", setelah itu bisa ditebak, narsis with tongsisnya dimulai :-):-) 

Jalan yang harus  dilewati klo lewat jalur laut
( dokumentasi Febr 2014)
Menikmati keindahan setiap tingkatannya
( dokumentasi Febr 2014) 







Pemandangan laut
dari Undakan k5
(dokumentasi foto
Apr 2014)
Air Terjun Temburun
dari tengah laut
(dokumentasi foto
Apr 2014)
Berdasarkan informasi yang bisa kita lihat dari salah satu objek foto di atas, di tahun 2014, objek wisata Air Terjun Temburun masih termasuk di wilayah Desa Batu Belah.
Dermaga Pelabuhan
Desa Temburun
(Dokumentasi foto Apr 2014)
Metamorfosis Air Terjun Temburun dari waktu ke waktu

Sekarang akses ke objek wisata ini tidak lagi harus melewati jalur laut. Kisah pendakian sekian puluh anak tangga pun sudah tinggal kenangan, berganti dengan jalanan mulus yg sudah di aspal.
Jelajah Anambas? jangan lupa singgah kesini....

menikmati sejuknya air
(dokumentasi foto Agus 2014)

(dokumentasi foto Des 2016)

weekend di Temburun
(dokumentasi foto 2015)

(dokumentasi foto Des 2016)

(dokumentasi foto Des 2016)

(dokumentasi foto Des 2016)




Kamis, 25 Januari 2018

Kisah dibalik musibah banjir Tarempa...


Pasca banjir Minggu (14/1/18) lalu, selama sepekan rutinitas kerja dialihkan menjadi aktivitas Gotong Royong Pasca Bencana, see suai dengan Instruksi Bupati, menelusuri titik-titik lokasi banjir dan membantu para korban membersihkan lingkungan sekitar. 

Jumat (19/1/18) tim kami menyusuri daerah kampung baru, lokasi yg mungkin beberapa hari ini belum dijangkau oleh rekan-rekan yang lain, dikarenakan faktor lokasi yg kurang strategis. Kami dipandu dua teman kantor yg kebetulan tinggal disana. Berdasarkan info dari mereka, kami menyusuri lokasi yg mengalami imbas kerusakan parah.
Kami juga berinteraksi langsung dengan warga sekitar, sembari membersihkan sampah banjir. 
Tak bisa aq bayangkan gimana paniknya mereka menghadapi pusaran air yang datang ditengah malam, belum lagi kondisi tanpa cahaya, karena listrik dipadamkan sejak air laut naik ke jalanan. 
Melihat lokasi tempat tinggal mereka yang cukup tinggi (karena rumahnya dibangun di atas batu) rasanya tidak mungkin terjangan air laut menjangkau mereka. Tapi apa mau dikata, banjir di wilayah ini bukan karena air laut pasang, tapi disebabkan oleh derasnya arus Sungai Sugi, yg tak lg bisa menampung aliran air dari gunung. 







Usai gotong royong, kami dipanggil oleh salah satu warga, ternyata mereka menyiapkan air kemasan, disertai kue seadanya, wujud ucapan terima kasih karena kami membantu membersihkan lingkungannya.

Tak hanya aktivitas goro selama sepekan, setiap harinya ditiap kantor ditunjuk sepuluh orang untuk bertugas membantu memasak di dapur umum.
Sementara di posko bencana yang dipusatkan di Kantor Lurah Tarempa, selain ada aktivitas menerima dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir, disana juga disediakan papan pengumuman yang berisi informasi dan dokumentasi banjir.



Rabu, 17 Januari 2018

Pray for Tarempa... Pray for Anambas

Sesampainya di laut ku kabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita

Aq pernah merasakan berlari ditengah malam, dengan bawaan seadanya, sejauh mungkin... menghindari lautan api yg menghabiskan 2 rumah dan kontrakan 10 pintu milik orangtua ku, walopun asal usul api bukanlah karena kelalaian kami, tapi kami jg yg harus merasakan akibatnya...

Tapi kali ini berbeda, hujan yang mulanya biasa, rintik hujan yang kian lama kian lebat, 5hari 5malam tak kunjung reda. Air naik ke jalan, anak-anak riang, bermain air ditemani rinai hujan.
Kedai d depan
 rumah
📷 rina
Pukul 21.00 air mulai tak bersahabat, dia berhasil membuat berbagai jenis jajanan di kedai depan rumah mertua kesana kemari, semua panik, sibuk mengemas aneka snack yg mulai mengambang.
"Air masih sebatas dengkul, blm naik k teras rumah" kata Ibu.
Maklum saja, rumah kontrakanku diwilayah gunung, sedangkan rumah orangtua suamiku di daerah laut.
Puku 23.00, tanpa diduga air tak bisa lagi dibendung, begitu cepatnya menyebar masuk ke tiap2 rumah yg dilewatinya, bahkan beberapa kantor pemerintahan pun ikut serta jadi korban keganasannya.
Bisa mba Juli bayangkan gimana paniknya warga menyambut kedatangan air bercampur lumpur sbg tamu yg tak di undang dikegelapan malam. Kedai depan rumah??? G usah ditanya lg, ga ad benda yg berhasil diselamatkan lg, meskipun cuma sehelai pakaian, segera mengungsi menyelamatkan anak dan istri.
Sementara ibu dan adek2 tetap bertahan di lantai 2, menyelamatkan barang seadanya. Karena waktu itu air sudah masuk rumah setinggi lutut orang dewasa.
Ular kobra, pelaus (biawak) dan kalajengking jg ikut menyelamatkan diri, keluar bersama air yg "door to door" k rumah warga.
Kami yg mendapat kabar ketinggian air yang makin meningkat mulai cemas akan kondisi klga dan tetangga kami dsana, abang nekat menerobos hujan lebat. Ternyata di jalan abang disambut ular phyton yang melintang sepanjang jalan, andai dia bisa bicara, seakan dia memberi petunjuk, menghalangi jalan abg menuju lokasi banjir, 10 menit abg masih menunggu sampai ular tsb menepi, sambil membaca doa mohon perlindungan Sang Pencipta. Melihat kegigihan abg, ular tersebut perlahan menepi, dan memberikan abg kesempatan utk lewat. Benar saja, jalan yg abg lewati terlalu ekstrim, mulai dari tanah yg mulai longsor menghabiskan separuh badan jalan, pohon yg tumbang, sampai pada akhirny abg diberikan kode utk putar haluan oleh polisi yg bertugas d Polres krna arus air yg sangat deras, 2 motor polisi ikut hanyut dibawa arus air yg dahsyat. Dgn terpaksa, abg akhirny plg k rumah.
Kami terus berkomunikasi dgn klga, sahabat, dan teman yg bisa dihubungi, pukul 23.45 kami mendapat kiriman foto2 kondisi terakhir.
Tinggi air sepinggang
Org dewasa📷  Dian
Siapa yg bakal menduga Tarempa akan jadi seperti ini dalam hitungan jam saja, 2hari sebelumnya masyarakat di Tarempa berniat mengumpulkan dana, dan jg pakaian layak pakai utk masyarakat di daerah Pulau Jemaja yg jadi korban longsor dan air bah.
Beberapa tahun silam, Tarempa pernah mengalami air pasang, namun tidak sedahsyat sekarang.
Kondisi air didalam
rumah Ibu 📷Dian

Kondisi didepanR umah ibu
Air sebatas dada📷 Dian






Banjir kali inipun tidak hanya harta benda, tapi jg memakan korban. Korban pertama bapak tua yg terjebak banjir krna ditinggal sendirian di rumah, almarhum tidak bisa menyelamatkan diri karena beliau menderita stroke. Sedangkan korban lainnya terbawa arus air pada saat rumahnya roboh diterjang banjir. Tarempa berduka...
Gedung BPMS, biasa
 digunakan utk acara2
 resmi d Tarempa
📷dari fb teman

Kondisi rumah yg roboh di kp. Baru
📷sania

Sisi lain rumah yg
 roboh Pic di ambil
dari kamar kost
📷yunita

Kondisi Arus Air
📷fb teman




Kondisi jalan yg rusak
Lokasi di depan Polres
📷Me






Puskesmas dan
Kantor Bupati
📷thabrani










Semoga semuanya segera berakhir...
Pray for Tarempa...
Pray for Palmatak...
Pray for Jemaja
Pray for Anambas